Apa Itu Bakteri Listeria, Bakteri Apel Impor Amerika

Bakteri Listeria, sedang heboh diperbincangkan di berbagai media beberapa hari ini. Bakteri ini diklaim berbahaya bagi masyarakat yang mengonsumsi makanan yang sudah terkontaminasi Listeria Monocytogenes. Bakteri Listeria biasanya ditemukan di tanah, pakan ternak yang dibuat dari daun-daunan hijau yang diawetkan dengan fermentasi, hingga feses ternak.

Bakteri Listeria

Bakteri ini mendapat sorotan serius dari Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia Robert Blake karena beredarnya apel impor asal AS yang mengandung bakteri ‘Listeria monocytogenes’ di Indonesia. Sebenarnya apa itu bakteri Listeria?

Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kemenkes RI, dr. H. M. Subuh, MPPM menjelaskan bahwa sesungguhnya bakteri Listeria monocytogenes (L. monocytogenes) memiliki karakteristik umum. Diklasifikasikan sebagai bakteri gram-positif, dan bergerak menggunakan flagella. Penelitian menunjukkan bahwa 1-10 persen manusia mungkin memiliki L. monocytogenes di dalam ususnya.

Bakteri ini juga telah ditemukan pada setidaknya 37 spesies mamalia, baik hewan piaraan maupun hewan liar, serta pada setidaknya 17 spesies burung, dan mungkin pada beberapa spesies ikan dan kerang.

Infeksi & Gejala Bakteri Listeria

Infeksi bakteri listeria rentan terjadi pada ibu hamil termasuk janin dalam kandungan, anak-anak yang sistem kekebalan tubuhnya rendah, orang lanjut usia, orang dengan HIV-AIDS (ODHA), hingga pasien kanker, terutama pasien leukemia.

Gejala seseorang yang terkena infeksi ini, yaitu demam, nyeri otot, dan mual hingga diare. Jika infeksi telah menyebar ke sistem saraf pusat, penderita akan merasakan sakit kepala, kaku pada leher, bingung, kehilangan keseimbangan, dan terkadang mengalami kejang.

Subuh mengatakan, kemunculan gejala ini dapat terjadi kapan saja, yaitu antara 3-70 hari pasca terkena infeksi bakteri Listeria. Namun, rata-rata sekitar 21 hari setelah terinfeksi. Orang-orang yang sehat pun dapat terinfeksi bakteri ini dengan gejala yang sama. Sedangkan pada wanita hamil, gejala yang muncul yaitu, flu ringan.

Jika wanita hamil terinfeksi, bayinya yang lahir pun bisa ikut terinfeksi. Gejala biasanya muncul pada minggu pertama kehidupan bayi. Sayangnya, gejala pada bayi yang baru lahir sering tidak terlihat. Namun, beberapa tandanya, yaitu mudah marah, demam, dan tidak mau makan.

Infeksi bakteri ini merupakansalah satu penyakit serius dengan tingkat kematian sekitar 20-30 persen. Sementara itu, tingkat kematian pada bayi yang baru lahir, yaitu 25-50 persen.

Mengatasi Bakteri Listeria

Meskipun tidak ada vaksin terhadap bakteri yang menyebabkan listeriosis, Anda dapat membantu mengurangi risiko untuk keluarga anda dengan mengambil tindakan pencegahan keamanan dari konsumsi makanan tertentu :

  1. Selalu memasak makanan terutama daging dan telur secara menyeluruh untuk suhu yang tepat. Hindari mengkonsumsi makanan yang setengah matang.
  2. Selalu menjaga kebersihan buah dan sayuran secara menyeluruh sebelum dikonsumsi.
  3. Mengkonsumsi susu yang telah melalui pasteurisasi, dan pastikan bahwa susu didinginkan pada suhu yang sesuai, yang kurang dari 40 ° F ( 4 ° C ). Hindari pula makanan yang terbuat dari susu yang tidak dipasteurisasi.
  4. Bagi anda memiliki masalah dengan kekebalan tubuh sebaiknya menghindari konsumsi keju kecuali keju tersebut memiliki label yang jelas menyatakan mereka terbuat dari susu pasteurisasi.
  5. Anda dapat memanaskan makanan yang dikemas seperti daging kalengan untuk memastikan mikroorganisme tidak menggangu kesehatan anda dan janin.
  6. Selalu mencuci tangan dan peralatan sesudah menangani atau mengolah makanan mentah .


loading...
loading...