Cara Menghaluskan Kulit Wajah Dengan Suntik Botox

Menghaluskan kulit wajah menjadi salah satu dambaan bagi wanita untuk mempercantik diri. Salah satu cara menghaluskan kulit wajah adalah dengan suntik Botox. Hal inilah yang biasanya dilakukan oleh banyak wanita untuk mendapatkan wajah cantik agar bisa tampil maksimal.

Cara Menghaluskan Kulit Wajah Dengan Suntik Botox

Cara Menghaluskan Kulit Wajah dengan Suntik Botox

Memang tanda-tanda penuaan wajah memang tak bisa dihindari seiring bertambahnya umur. Sayangnya, biaya prosedur operasi bedah untuk melakukan perbaikan terbilang mahal dan waktu penyembuhannya pun termasuk lama.

Saat ini sudah ada perawatan injeksi atau suntikan yang dapat dilakukan untuk mengatasi garis kerutan pada wajah sebagai cara menghaluskan kulit wajah. Anda pun tak harus menjalani operasi atau pembiusan dengan cara suntik Botox.

Dulu, Botox atau Botolinum toxin dikenal sebagai toksin atau racun saraf yang berbahaya dan dihasilkan bakteri Clostridium Botulinium. Tapi, berbagai riset membuktikan bahwa Botox yang merupakan bagian dari toxin neuromuscular ini dapat mengurangi kerja otot atau melumpuhkan otot dalam waktu 4 – 6 bulan.

Dalam kata lain, suntik Botox adalah cara menghaluskan kulit wajah sebab dapat melemahkan atau melumpuhkan otot yang menyebabkan kerut dalam jangka waktu tertentu. Oleh karena itu, Anda perlu mengulang suntik Botox setiap 3 – 6 bulan untuk mempertahankan efek Botox.

Bila suntik Botox telah dilakukan, Anda harus mengikuti anjuran ahli kulit atau bedah plastik berikut ini:

  • Tidak tidur telentang selama 6 jam pertama setelah perawatan agar toksin tidak menyebarkan ke otot yang lain.
  • Tidak tidur pada satu posisi miring terlalu lama atau meletakkan satu ssi muka terlalu lama di bantal.
  • Sebelum melakukan prosedur gawat darurat seperti prosedur operasi gigi atau apa pun, informasikan pemakaian Botox kepada dokter.
  • Injeksi Botox tidak dianjurkan bagi penderita penyakit jantung dan bagi mereka yang pernah menderita sakit otot tertentu seperti Mysanthenia Gravis atau ALS (amyotrophic lateral sclerosis). (AI)

Sumber: Ultimo Clinic, www.ultimoclinic.com


loading...
loading...