Makanan Pembakar Lemak Efektif

Makanan Pembakar Lemak Efektif. Tahukah Anda makanan pembakar lemak yang efektif? Tidak semua makanan yang kita makan dapat memicu timbulnya lemak. Namun, Anda perlu tahu bahwa ada beberapa jenis makanan yang mampu membakar lemak. Apa saja?

Makanan Pembakar Lemak Efektif

Makanan Pembakar Lemak

Dikutip dari doktersehat.com, selain olahraga, asupan makanan juga membantu proses pembakaran lemak. Makanan pembakar lemak ini bisa jadi mengandung vitamin dan mineral yang berguna meningkatkan metabolisme tubuh, sehingga meningkatkan pembakaran lemak.

Sebelumnya kami ingatkan untuk membaca juga artikel menarik lainnya seputar dunia kesehatan dan kecantikan di bawah ini:

Berikut ini adalah bahan makanan yang yang dapat membantu Anda untuk membakar lemak tubuh dengan efektif, antara lain:

Kalsium
Makanan yang dianjurkan : susu rendah lemak, yogurt rendah lemak, dan keju.

Bahkan setelah diproses pun, susu tetap memberikan dampak positif bagi tubuh, seperti dalam bentuk yogurt dan keju. Review dari sekitar 90 studi yang dirilis jurnal Nutrition Reviews mengungkapkan adanya kaitan erat antara kadar kalsium tinggi dengan membaiknya komposisi tubuh.

Serat
Makanan yang dianjurkan : oats dan gerst (semacam gandum yang biasanya digunakan untuk membuat bir).

Memilih gandum sebagai menu utama ketimbang nasi putih akan menjauhkan Anda dari lemak dan gelambir di perut, demikian ungkap sebuah studi yang dirilis dalam American Journal of Clinical Nutrition, sebab nasi putih hanyalah karbohidrat kosong.

Catechins
Makanan yang dianjurkan : green tea

Catechins meningkatkan metabolisme dan kecepatan liver dalam membakar lemak, ujar Kevin C. Maki, PhD dalam Journal of Nutrition. Untuk mendapatkan hasil maksimal, minumlah 4-6 cangkir teh hijau berkafein dalam sehari, dan berolahragalah sedikitnya 3 jam tiap minggunya.

Protein
Makanan yang dianjurkan : telur

Protein berperan bagi pembakaran lemak dalam beberapa cara. Pertama, tubuh Anda jelas butuh energi (atau kalori) untuk memecah protein makanan. Dan, protein juga bisa mengurangi rasa lapar, ujar Donald K. Layman, PhD, yang merilis studi tentang hubungan protein dengan berat badan Journal of Nutrition.

Lemak baik
Makanan yang dianjurkan : walnut dan almond

Entah berapa banyak studi yang menyetujui bahwa kedua kacang di atas ramah terhadap ukuran pinggang. Keduanya dapat meningkatkan kepekaan tubuh terhadap insulin, membantu menurunkan berat badan. Walnut merupakan salah satu sumber omega-3 non-ikan terbaik, sedangkan almond menyediakan keuntungan ekstra yaitu membantu pembentukan tulang.

Omega-3
Makanan yang dianjurkan : salmon

Mengonsumsi lemak mungkin merupakan pantangan terbesar bagi Anda yang ingin kurus, namun asupan omega-3 dari lemak ikan seperti salmon justru akan banyak membantu. Hal ini seperti yang diungkapkan dalam British Journal of Nutrition. Meski mekanisme kerjanya belum diketahui secara pasti, namun omega-3 memang dapat membakar lemak, ujar Irene Munro, salah satu peneliti dari University of Newcastle in Newcastle, Australia.

Studi lain bahkan menyatakan omega-3 mampu mengurangi nafsu makan karena bisa membuat perut tetap terasa penuh hingga 2 jam ke depan. Tidak suka salmon? Cobalah ikan lainnya seperti mackerel, haring, atau tuna kaleng, sedikitnya 2 kali seminggu.

Flavonoids
Makanan yang dianjurkan : apel, pear, dan paprika

Persamaan tiga makanan di atas adalah sama-sama mengandung flavonoids, zat kimia alami dalam tumbuhan yang jago memerangi lemak. “Penelitian menunjukkan bahwa flavonoids bisa meningkatkan penggunaan energi, penyerapan glukosa ke otot, dan pembakaran lemak,” ujar Hughes, MSc, pemimpin studi terkait dari Maastricht University (Belanda).

Lignan
Makanan yang dianjurkan : flaxseed

Mengonsumsi lignan, khususnya untuk wanita yang memasuki masa menopause bisa menurunkan lemak tubuh dan BMI, demikian menurut sebuah studi dalam British Journal of Nutrition. Tambahkan 1 sdm flaxseed ke dalam sereal, salad, atau hidangan yogurt harian Anda.

Asam
Makanan yang dianjurkan : cuka

Para peneliti mengemukakan, cuka bisa mengaktifkan gen yang memproduksi enzim pemecah lemak. Tertarik mencobanya? Cobalah minum 1 sdm cuka setiap hari, atau campur dengan susu atau soda bila Anda kurang suka rasa asamnya.


loading...
loading...