Panduan Memilih Suplemen Kalsium yang Terpercaya dan Sesuai Kebutuhan
Berdiri di depan rak apotek dengan puluhan kemasan kalsium yang klaimnya mirip-mirip memang membingungkan. Wajar jika banyak orang akhirnya memilih yang paling murah atau yang paling sering lewat di iklan.
Padahal massa tulang mencapai puncaknya di sekitar usia 30 tahun, lalu perlahan menurun. Kebutuhan kalsium harian orang dewasa sekitar 1.000 mg menurut Angka Kecukupan Gizi, dan susu, ikan teri, serta sayuran hijau belum tentu menutupnya setiap hari. Di titik itulah suplemen kalsium seperti CDR Original bisa menjadi tambahan yang berguna.
Daftar Isi
Pilih Suplemen Kalsium Mulai dari Label, Bukan dari Iklan
Angka besar di depan kemasan belum tentu menunjukkan jumlah kalsium yang sebenarnya Anda dapat. Perhatikan apakah angkanya merujuk pada kalsium elemental, yaitu kandungan kalsium murni di luar senyawa pembawanya.
Kandungan pendamping ikut berperan. Vitamin D membantu usus menyerap kalsium, sehingga kombinasi keduanya lazim ditemui, dan sebagian produk menambahkan vitamin C atau B6 sebagai pelengkap.
Cermati juga takaran per sajian. Ada produk yang baru mencapai angka kalsium di label setelah dua tablet diminum, sehingga hitungan biaya per hari bisa berbeda dari kesan pertamanya.
Tubuh menyerap kalsium paling baik dalam jumlah kecil, sekitar 500 mg sekali minum. Dosis yang lebih besar sebaiknya dibagi ke beberapa waktu, dengan batas atas asupan dari makanan dan suplemen sekitar 2.000 sampai 2.500 mg per hari, tergantung usia.
Tablet telan terasa praktis untuk dibawa bepergian, sedangkan tablet effervescent yang dilarutkan dalam air lebih ramah bagi orang yang sulit menelan tablet berukuran besar.
Kalsium Karbonat vs Sitrat: Bedanya di Mana?
Kalsium karbonat dan kalsium sitrat adalah dua bentuk yang paling banyak dijumpai pada suplemen kalsium di pasaran. Perbedaannya terletak pada kandungan kalsium murni dan cara tubuh menyerapnya.
Karbonat unggul dari sisi kepadatan, karena sekitar 40 persen bobotnya adalah kalsium murni. Satu tablet berukuran kecil sudah cukup untuk dosis yang besar, dan harganya biasanya lebih bersahabat.
Namun penyerapannya bergantung pada asam lambung, sehingga paling pas diminum bersama makanan. Sebagian orang juga merasakan perut kembung atau sulit buang air besar setelah memakainya.
Keluhan seperti itu biasanya mereda jika dosis dibagi menjadi dua kali minum atau bentuknya diganti. Tidak perlu langsung berhenti total tanpa mencari tahu penyebabnya.
Kalsium sitrat hanya mengandung sekitar 21 persen kalsium murni, sehingga jumlah tabletnya bisa lebih banyak untuk dosis yang sama. Sebagai gantinya, penyerapannya tidak terlalu bergantung pada asam lambung dan bisa dilakukan kapan saja. Bentuk sitrat sering menjadi pilihan lansia dan pengguna obat pengurang asam lambung.
Jadi, mana yang lebih baik? Tidak ada jawaban mutlak, karena semuanya bergantung pada kondisi lambung dan kebiasaan makan. Orang yang sering telat makan, misalnya, biasanya lebih praktis dengan sitrat.
Ciri Suplemen Kalsium Terpercaya
Produk terpercaya bisa dikenali dari legalitasnya. Pastikan ada nomor izin edar BPOM di kemasan, lalu cek keasliannya lewat situs Cek BPOM atau aplikasi BPOM Mobile.
Rekam jejak produsen patut dilirik, karena perusahaan yang sudah lama bergerak di bidang kesehatan umumnya punya standar mutu yang jelas. Belilah dari apotek atau toko resmi agar terhindar dari produk palsu.
Waspadai pula klaim yang berlebihan, seperti tulang kuat dalam hitungan hari atau janji menyembuhkan penyakit tertentu. Suplemen membantu memenuhi kebutuhan, bukan mengobati, jadi periksa juga tanggal kedaluwarsa dan segel kemasannya sebelum dibayar.
Sebagai gambaran, CDR Original memadukan kalsium dengan vitamin C, D, dan B6 dalam bentuk tablet effervescent rasa jeruk mandarin. Produk buatan Bayer itu tersedia dalam strip isi 2 serta tube isi 10, 15, atau 20 tablet, dan diperuntukkan bagi orang dewasa, ibu hamil, maupun ibu menyusui.
Tanya Dulu ke Dokter atau Apoteker Sebelum Memutuskan
Kebutuhan kalsium tiap orang berbeda, terutama pada ibu hamil, lansia, dan mereka yang punya riwayat batu ginjal. Dokter atau apoteker bisa membantu menentukan dosis dan bentuk yang paling sesuai.
Jika Anda rutin minum obat lain, tanyakan juga soal jeda waktunya. Kalsium dapat mengganggu penyerapan beberapa obat, seperti antibiotik tertentu dan obat tiroid.
Di luar suplemen, sinar matahari pagi dan olahraga beban seperti jalan kaki atau naik tangga ikut menjaga kepadatan tulang. Paparan matahari juga membantu tubuh membentuk vitamin D yang dibutuhkan kalsium untuk bekerja. Satu kali konsultasi singkat biasanya cukup untuk menghindari salah beli suplemen kalsium.
