adplus-dvertising

Kelebihan dan Kekurangan Cloud Kitchen bagi Pelaku Bisnis Kuliner

Kelebihan dan Kekurangan Cloud Kitchen bagi Pelaku Bisnis Kuliner

Di masa pandemi ini, konsep cloud kitchen semakin banyak diminati dalam dunia bisnis kuliner. Bagi para pelaku bisnis kuliner, cloud kitchen dapat menghemat biaya operasional di tengah keterperukan bisnis dan ekonomi saat ini.

Lantas, apa sebenarnya cloud kitchen itu, dan apa saja kelebihan dan kelemahannya bagi para pelaku usaha kuliner? Mari kita pelajari bersama-sama.

Apa itu Cloud Kitchen?

Secara sederhana, cloud kitchen adalah dapur restoran yang dalam praktiknya tidak menyediakan area makan di tempat (dine in). Konsep yang juga dikenal dengan istilah ghost kitchen ini hanya melayani jasa pesan antar makanan (delivery).

Di dalam satu wadah cloud kitchen dapat diisi satu hingga beberapa merek (brand) dari berbagai restoran yang berbeda.

Maka bisa dikatakan jika cloud kitchen adalah sebuah konsep sekaligus solusi efektif guna menekan biaya operasional. Pasalnya, pemilik bisis kuliner tidak perlu repot-repot menyewa tempat untuk pengunjung bersantap (dine in) dan hanya melayani delivery saja.

Kelebihan Cloud Kitchen

Adapun cloud kitchen itu sendiri sebenarnya sudah mulai dilirik sejak tahun 2019. Dan sekarang ini semakin banyak diminati oleh pelaku bisnis kuliner, terlebih lagi sejak merebaknya pandemi covid-19.

Telepot Cloud Kitchen Indonesia

Berikut ini adalah beberapa kelebihan dari cloud kitchen yang mungkin saja belum Anda ketahui.

1. Kualitas & kebersihan lebih terjamin

Kelebihan yang pertama dari cloud kitchen adalah mengenai kualitas dan kebersihan yang terjamin. Jika kita melihat kesulitan yang dialami oleh berbagai restoran konvensional, umumnya mereka mengalami kendala sehubungan dengan biaya operasional yang tinggi.

Hal itulah yang juga menjadi penyebab restoran tradisional hanya mempunyai sisa uang yang tidak banyak guna meningkatkan kualitas sajiannya. Sehingga pada akhirnya, hal ini akan mempengaruhi kualitas restoran tersebut secara umum.

Pada konsep cloud kitchen, kendala semacam ini dapat dengan mudah teratasi. Pasalnya, tujuan utama dari cloud kitchen adalah untuk membantu para pelaku bisnis kuliner dalam meningkatkan kualitas produk yang mereka jual. Maka tidak mengejutkan jika standar kualitas dan kebersihan pun menjadi sesuatu yang penting.

Efeknya, para pelanggan dan konsumen pun semakin percaya dan merasa nyaman terhadap kualitas makanan yang ada sehingga omzet penjualannya pun akan ikut meningkat.

2. Menyajikan data yang dibutuhkan untuk pelaku bisnis kuliner

Karena umumnya cloud kitchen adalah konsep yang dimiliki oleh perusahaan penyedia jasa delivery, maka dengan adanya keterkaitan tersebut, para pelaku bisnis kuliner dapat dengan mudah mengetahui pemilihan lokasi cloud kitchen yang tepat. Selain itu dengan integrasi data yang ada, pelaku bisnis kuliner juga dapat menentukan dengan tepat jenis makanan dan minuman apa saja yang banyak digemari oleh kustomer.

3. Menjangkau lebih banyak pelanggan

Seperti disinggung di awal, bahwa cloud kitchen adalah sebuah konsep bisnis kuliner tanpa perlu memiliki bangunan fisik restoran sendiri. Maka hal ini akan sangat memungkinkan bagi para pelaku bisnis kuliner untuk melebarkan sayap dan memperluas pangsa pasar tanpa perlu mengeluarkan modal atau biaya operasional yang besar.

Terlebih lagi berbagai aturan dan protokol kesehatan terkait pandemi corona, secara tidak langsung akan mengubah kebiasaan konsumen. Di mana pelanggan yang awalnya lebih suka membeli makanan secara offline dengan mengunjungi restoran atau tempat makan, beralih ke cara pemesanan online yang lebih mudah dan efektif untuk saat ini.

4. Lebih mudah dan efisien

Kelebihan selanjutnya dari cloud kitchen adalah bisnis menjadi lebih mudah dan efisien untuk dijalankan. Pasalnya, pelaku bisnis kuliner yang bergabung dengan cloud kitchen umumnya tidak perlu menyiapkan bangunan, infrastruktur, fasilitas dan juga sistematis penjualan.

Mereka hanya perlu menyediakan beberapa karyawan dan bahan-bahan yang digunakan untuk membuat menu makanan saja. Dengan demikian, para pelau usaha kuliner dapat lebih fokus dalam menjalankan bisnisnya.

Kekurangan Cloud Kitchen

Meskipun memiliki banyak kelebihan dan kemudahan, bukan konsep cloud kitchen tidak memiliki kekurangan atau kelemahan. Di dalam sebuah cloud kitchen, umumnya akan terdapat banyak brand (merek) restoran. Sehingga mau tidak mau setiap pelaku bisnis kuliner yang tergabung di dalamnya harus memiliki produk yang berbeda guna meminimalisir persaingan.

Apabila produk yang dijual memiliki kesamaan dan tidak ada hal yang bisa ditonjolkan, maka usaha kuliner tersebut pada akhirnya akan sulit bersaing. Dibutuhkan produk atau menu makanan yang unik dan berbeda serta bervariasi satu dengan yang lainnya, sehingga setiap pelaku bisnis kuliner dalam cloud kitchen yang sama dapat bersaing dan menjalankan bisnisnya dengan baik.

Itulah beberapa penjelasan mengenai kelebihan dan kekurangan dari konsep cloud kitchen bagi para pelaku usaha kuliner. Jika Anda adalah pelaku bisnis kuliner yang ingin memperluas pasar di masa pandemi ini, maka cloud kitchen bisa menjadi solusi yang efektif. Dalam hal ini kami sarankan agar Anda bergabung dengan Telepot. Adapun Telepot itu sendiri merupakan salah satu yang terdepan dalam ranah cloud kitchen Indonesia.