Thursday , July 25 2024
Ciri Penyebab Kesemutan

Ciri-Ciri & Penyebab Kesemutan yang Harus Anda Diwaspadai

Kesemutan adalah kondisi di mana seseorang merasakan sensasi seperti kesemutan atau mati rasa pada bagian tubuh tertentu, seperti tangan, kaki, atau jari-jari. Sensasi ini muncul ketika saraf di bagian tubuh tersebut terjepit, terganggu, atau tidak mendapatkan pasokan darah yang cukup.

Penyebab Terjadinya Kesemutan

Kesemutan juga bisa terjadi karena efek samping dari obat-obatan tertentu, infeksi, atau penyakit tertentu seperti diabetes. Sensasi kesemutan biasanya tidak berbahaya dan hilang dengan sendirinya setelah beberapa menit, tetapi jika terjadi secara terus-menerus atau disertai gejala lain, sebaiknya segera diperiksakan ke dokter.

Biasanya kesemutan ditandai dengan mati rasa dan seperti ditusuk jarum halus. Penyebab umumnya adalah faktor postur tubuh ketika kita tidak mengubah posisi tidur atau duduk dalam waktu lama. Meski begitu, terkadang rasa kesemutan juga bisa teratasi saat kita berganti posisi. Rasa kesemutan yang terjadi terus menerus dan tidak kunjung hilang juga menandakan adanya gangguan kesehatan.

Beberapa ciri-ciri kesemutan yang umum terjadi adalah:

  • Sensasi seperti kesemutan, mati rasa, atau terbakar di area tubuh tertentu, seperti tangan, kaki, atau jari-jari.
  • Sensasi terasa seperti jarum atau tusukan kecil yang menusuk pada bagian tubuh yang mengalami kesemutan.
  • Terkadang disertai dengan sensasi dingin atau panas di area yang terkena.
  • Kesulitan menggerakkan bagian tubuh yang terkena kesemutan atau terasa seperti kehilangan kekuatan.
  • Biasanya muncul secara tiba-tiba, terutama saat duduk atau berdiri dalam waktu yang lama.
  • Sensasi kesemutan biasanya hilang setelah beberapa menit ketika sirkulasi darah kembali normal, tetapi bisa
  • berlangsung lebih lama pada kondisi yang lebih serius.
  • Kesemutan bisa terjadi pada satu atau kedua sisi tubuh dan bisa berulang-ulang dalam periode waktu tertentu.

Apa ciri-ciri kesemutan yang harus diwaspadai?

1. Gangguan saraf

Kesemutan yang terjadi secara tiba-tiba tanpa diketahui penyebab atau faktor letaknya biasanya karena gangguan saraf. Masalah pada saraf ini sering menyerang berbagai bagian tubuh akibat gangguan anatomi seperti penebalan jaringan di sekitarnya. Untuk mengenali kondisi ini, biasanya dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan medis untuk mengetahui bagian tubuh mana yang mengalami penebalan yang menyebabkan sensasi kesemutan.

2. Kekurangan vitamin dan mineral

Kekurangan vitamin dan mineral juga menjadi salah satu penyebab kesemutan. Penyebab paling umum adalah ketika seseorang kekurangan vitamin B12, yang penting untuk menjaga sistem saraf.

Selain itu kekurangan vitamin dan mineral dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan dan gejala, tergantung pada jenis vitamin dan mineral yang kekurangan dan seberapa parah kekurangannya. Beberapa contoh kekurangan vitamin dan mineral yang umum adalah sebagai berikut:

  1. Kekurangan zat besi: Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia, yang ditandai dengan kelelahan, pusing, dan pucat.
  2. Kekurangan vitamin D: Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan peningkatan risiko osteoporosis, kelemahan otot, dan gangguan sistem kekebalan tubuh.
  3. Kekurangan vitamin B12: Kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan anemia megaloblastik, yang ditandai dengan kelelahan, pusing, dan kesemutan pada kaki dan tangan.
  4. Kekurangan vitamin C: Kekurangan vitamin C dapat menyebabkan kurangnya energi, penurunan sistem kekebalan tubuh, dan gangguan pada kulit dan gusi.
  5. Kekurangan kalsium: Kekurangan kalsium dapat menyebabkan peningkatan risiko osteoporosis, kram otot, dan gangguan kesehatan gigi.
  6. Kekurangan magnesium: Kekurangan magnesium dapat menyebabkan kram otot, kelelahan, dan peningkatan risiko osteoporosis.
  7. Kekurangan kalium: Kekurangan kalium dapat menyebabkan peningkatan risiko hipertensi dan masalah jantung.
  8. Kekurangan seng: Kekurangan seng dapat menyebabkan penurunan sistem kekebalan tubuh, masalah kulit, dan masalah pertumbuhan pada anak-anak.

Penting untuk memenuhi kebutuhan harian vitamin dan mineral dengan mengonsumsi makanan yang seimbang dan bervariasi, dan jika diperlukan, dengan mengonsumsi suplemen vitamin dan mineral. Jika Anda memiliki kekhawatiran tentang kekurangan vitamin atau mineral, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi untuk mendapatkan saran yang tepat tentang diet dan suplemen yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

3. Penyakit autoimun

Lupus atau rheumatoid arthritis juga bisa menyebabkan kesemutan di tangan atau kaki. Ini adalah bentuk pertahanan normal tubuh ketika sistem kekebalan menyerang selnya sendiri, termasuk saraf.

Autoimun adalah kondisi di mana sistem kekebalan tubuh seseorang menyerang jaringan dan organ tubuhnya sendiri sebagai respons terhadap suatu bahan atau kondisi yang seharusnya dianggap sebagai “asing” bagi tubuh. Sistem kekebalan tubuh biasanya berfungsi untuk melindungi tubuh dari penyakit dan infeksi dengan mengenali dan menyerang zat-zat asing seperti virus, bakteri, dan parasit. Namun, pada kondisi autoimun, sistem kekebalan tubuh salah mengenali sel-sel tubuhnya sendiri sebagai benda asing dan menyerangnya.

Contoh dari penyakit autoimun yang umum termasuk lupus, rheumatoid arthritis, psoriasis, penyakit tiroid, diabetes tipe 1, multiple sclerosis, dan penyakit Crohn. Gejala penyakit autoimun bisa bervariasi tergantung pada organ atau jaringan yang diserang oleh sistem kekebalan tubuh, dan bisa termasuk rasa sakit, peradangan, kelemahan, kelelahan, atau kerusakan organ yang parah. Pengobatan untuk kondisi autoimun tergantung pada jenis penyakit dan tingkat keparahan, dan bisa mencakup penggunaan obat-obatan, diet, olahraga, dan perubahan gaya hidup.

4. Gejala STROKE (kecelakaan serebrovaskular)

Kesemutan juga bisa menjadi tanda stroke. Tanda kesemutan yang perlu diwaspadai adalah bila terjadi di sekitar tubuh atau wajah, kemudian menyebabkan kelemahan otot. Jika iya, segera periksakan kolesterol atau tekanan darah Anda ke dokter terkait.

Stroke adalah kondisi medis yang terjadi ketika pasokan darah ke otak terganggu atau terhenti, baik karena pembuluh darah yang pecah atau tersumbat. Hal ini menyebabkan kerusakan jaringan otak yang tergantung pada pasokan darah tersebut, karena oksigen dan nutrisi tidak dapat diantarkan dengan cukup ke jaringan tersebut.

Gejala stroke bisa bervariasi, tergantung pada bagian otak yang terkena dan seberapa parah kerusakan tersebut. Gejala umum dari stroke meliputi kelemahan atau kelumpuhan pada satu sisi tubuh, kesulitan berbicara atau memahami ucapan, kehilangan penglihatan pada satu mata, pusing dan hilang keseimbangan, sakit kepala yang parah, dan kebingungan.

Stroke adalah kondisi serius yang memerlukan penanganan segera, karena kerusakan otak bisa terjadi secara cepat. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami gejala stroke, segera hubungi layanan gawat darurat dan cari perawatan medis secepat mungkin. Perawatan untuk stroke bisa mencakup obat-obatan, tindakan pembedahan, dan rehabilitasi untuk membantu memulihkan fungsi tubuh yang terkena dampak stroke. Pencegahan stroke dapat dilakukan dengan menjaga gaya hidup sehat, seperti berhenti merokok, berolahraga secara teratur, menjaga berat badan yang sehat, dan mengendalikan tekanan darah dan kadar kolesterol.

5. Gejala Multiple Sclerosis

Sensasi kesemutan lain yang harus diwaspadai adalah gejala multiple sclerosis. Biasanya, pasien mengalami beberapa keluhan seperti kelumpuhan, gangguan penglihatan, nyeri, kejang, kesulitan keseimbangan, masalah kandung kemih, disfungsi seksual atau gangguan kognitif.

Multiple sclerosis (MS) adalah kondisi autoimun yang mempengaruhi sistem saraf pusat, termasuk otak dan sumsum tulang belakang. Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai gejala, termasuk:

  1. Kelemahan otot, kaku dan kram otot, kesulitan dalam mengkoordinasikan gerakan.
  2. Sensasi kesemutan, mati rasa, atau terbakar di beberapa bagian tubuh.
  3. Gangguan penglihatan, termasuk penglihatan kabur, kehilangan penglihatan sebagian atau total, atau penglihatan ganda.
  4. Gangguan keseimbangan dan koordinasi tubuh, yang dapat menyebabkan pusing, kesulitan berjalan atau menjaga keseimbangan.
  5. Masalah dengan fungsi kandung kemih atau usus, seperti inkontinensia atau sembelit.
  6. Kehilangan kemampuan untuk memusatkan perhatian atau kesulitan dalam memproses informasi secara cepat.
  7. Kelelahan yang berlebihan dan keterbatasan energi.
  8. Perubahan suasana hati, termasuk depresi, kecemasan, atau mudah marah.

Gejala MS dapat berkembang secara bertahap atau terjadi tiba-tiba dan dapat bervariasi tergantung pada jenis dan parahnya kondisi tersebut. Jika Anda mengalami gejala yang mungkin terkait dengan MS, penting untuk mencari perawatan medis untuk diagnosis dan pengobatan yang tepat. Meskipun MS tidak dapat disembuhkan, terapi yang tepat dapat membantu mengurangi gejala dan memperlambat kemajuan kondisi tersebut.

Jika Anda mengalami kesemutan secara terus-menerus atau disertai dengan gejala lain seperti kesulitan berbicara atau berjalan, sebaiknya segera mencari perawatan medis.