adplus-dvertising
ZONAKEREN LOGO

Cara Terbaik untuk Mendekatkan Ikatan Batin dengan Si Kecil

Cara Terbaik untuk Mendekatkan Ikatan Batin dengan Si Kecil

Interaksi yang intens dengan Si Kecil seperti bermain, mendongeng, memandikan hingga kemudian meningkatkan kedekatan emosional atau keterikatan batin. Pelukan yang hangat dan cinta mata atau bahasa tubuh lainnya dapat digunakan untuk media komunikasi non-verbal dengan Si Kecil. Bahkan Moms dapat memiliki momen yang lebih berkualitas saat menyusui bayi.

Komunikasi jenis ini penting untuk mendekati kedekatan Si Kecil dengan Moms dan Dads. Kedekatan Moms and Dads dengan Si Kecil merupakan hal penting karena semakin dekat dengan Si Kecil, semakin mudah untuk memahami apa yang diinginkan dan dirasakannya.

Pada tingkat emosional yang sudah nyaman dengan kuat, Ibu dan Ayah tidak mampu menangisan lapar atau tangisan karena tidak menangis atau menangis karena ada yang dirasa tidak wajar pada. Dengan memahami penyebab Si Kecil menangis, Moms and Dads dapat memberikan solusi terbaik dan membuat Si Kecil tersayang nyaman kembali.

Tangisan Si Kecil yang tidak langsung ditangani atau diberikan solusi karena khawatir akan membuat Si Kecil stres dan membuat Si Kecil merasa tidak dilindungi. Stres pada usia dini tentunya sangat dihindari oleh Moms dan Dads, karena stres berdampak fatal pada pertumbuhan kembangnya, terutama perkembangan mentalnya. Jadi, Moms and Dads dapat siaga dan sigap untuk harapannya.

Salah satu cara yang dapat digunakan untuk acara Si Kecil adalah dengan membawanya. Menggendong bayi memberikan sensasi rasa tenang dan nyaman. Kehangatan gendongan memberikan sensasi rasa nyaman seperti dalam kandungan. Walau ada istilah bau tangan, Moms dan Dads jangan khawatir untuk memomong bayi dengan cara digendong.

Cara Menggendong Bayi yang Benar & Nyaman

Bayi di usia awal kelahirannya masih beradaptasi dengan dunia luar yang terasa asing, wajar jika selalu ingin digendong. Jadi, Moms dan Dads jangan khawatir bayinya disebut “bau tangan” ya. Yuk, simak cara menggendong bayi yang benar dan nyaman berdasarkan usia Si Kecil.

1. Usia 0 – 2 Bulan

Bagi bayi yang baru lahir, lehernya masih belum kuat sehingga Mom & Dads harus memastikan bahwa kepala, leher dan bahu tertopang dengan baik dengan cara mengarahkan badan Si Kecil lalu menyelipkan satu tangan di antara kepala dan lehernya. Jangan lupa untuk menopang dan bokong Si Kecil juga ya.

2. Usia 3 – 4 Bulan

Biasanya di sekitar leher Si Kecil akan lebih kuat di sekitar usia 3 – 4 bulan ke atas, atau jika bayi sudah bisa memastikan lehernya ketika tengkurap. Moms bisa menghadapkan Si Kecil ke depan dengan posisi duduk, namun tetap mendukung kepala Si Kecil dengan tangan ya Moms.

3. Usia 5 – 6 Bulan

Umumnya para Ayah baru akan berani membawa bayi ketika usianya sudah lebih dari 5 bulan, dan memang usia bayi di atas 5 bulan sudah mampu menopang kepalanya sendiri sehingga Si Kecil sudah dapat digendong menggunakan gendongan bayi yang umumnya terlihat lebih praktis bagi para Ayah. Selain itu, pada usia ini bayi sudah aman digendong menyamping dengankan kaki di pinggang Moms atau Dads. Namun untuk posisi ini, jangan lupa untuk tetap menjaga punggung dan menjaga posisi kepala Si Kecil ya, Moms & Dads.

4. Usia 7 Bulan Keatas

Selain posisi menyamping di atas, variasi posisi gendong selanjutnya adalah bayi berdiri. Variasi gendong ini dapat dilakukan oleh Moms & Dads dengan menahan bagian bokong Si Kecil, sedangkan tangan lainnya diletakkan pada bagian depan. Variasi hadap depan ini paling pas digunakan untuk foto bersama Si Kecil loh, Moms & Dads.

Namun poin minus dari hasil pertemuan seperti ini adalah tangan dan lengan akan cepat lelah karena berat bayi semuanya tertumpu pada lengan dan tangan Moms atau Dads.

Nah, jika Si Kecil tetap menangis walaupun sudah digendong dengan beragam variasi, mungkin saatnya Moms dan Dads untuk mengecek popok Si Kecil. Kondisi lembap dan basah sering kali menjadi sumber kerewelan seorang anak yang masih menggunakan popok. Memastikan popok Si Kecil selalu dalam kondisi kering dengan popok terbaik yang dapat menyerap cairan dengan banyak dan cepat serta berbahan lembut seperti Merries.

Selain itu, karet popok Merries pun lembut dan elastis tidak meninggalkan bekas di kulit Si Kecil. Karet elastis popok Merries membuat Si Kecil tetap nyaman beraktivitas namun tetap kuat mencegah popok bocor dari samping. Khusus Si Kecil yang baru lahir, Moms bisa memilih Merries tipe perekat ukuran New Born, popok Merries yang didesain khusus untuk bayi yang baru lahir hingga berat maksimal 5kg.

Ukurannya yang pas untuk bayi baru lahir akan semakin membuat Si Kecil nyaman. Perekat yang bisa dilepas pada Merries tipe perekat juga cocok untuk Moms dan Dads yang masih tersedia untuk memasang bayi, karena tidak perlu khawatir daya pasang berkurang. Yuk Moms, berikan yang terbaik untuk Si Kecil dengan Merries!