Pengertian Sitoplasma, Organel Sel, Fungsi, Ciri dan Struktur

Pengertian Sitoplasma Organel Sel Fungsi Ciri Struktur

Pembahasan materi sitoplasma yang meliputi definisi, organel sel, fungsi, ciri, struktur sitoplasma, serta gambar sitoplasma pada tumbuhan dan hewan agar dapat menambah wawasan sobat dalam pelajaran biologi.

Hari ini tim ZONAKEREN.COM akan melanjutkan mengulas materi pelajaran biologi, khususnya mengenai sitoplasma.

Apa sih yang dimaksud dengan sitoplasma? Mungkin ada beberapa di antara sobat sekalian yang sudah paham arti dari sitoplasma, namun kami juga yakin ada juga yang belum mengerti apa pengertian sitoplasma.

Baca Juga: Pengertian Bioteknologi Modern & Konvensional, Contoh, Produk, Dampak Positif dan Negatif

Untuk itu tidak perlu panjang lebar, bagi sobat yang ingin tahu lebih dalam tentang sitoplasma mari simak penjelasan berikut ini yang akan membahas pengertian sitoplasma, organel sel, fungsi sitoplasma pada sel tumbuhan, fungsi sitoplasma pada sel hewan, ciri dan struktur sitoplasma.

Pengertian Sitoplasma

Sitoplasma adalah bagian sel yang terbungkus oleh membran sel. Pada sel eukariota, sitoplasma adalah bagian non nukleus dari protoplasma.

Kemudian pada sitoplasma terdapat sebuah sitoskeleton, berbagai organel, vesikuli, dan sitosol yang berupa cairan tempat organel melayang-layang di dalamnya.

Sitosol berperan untuk mengisi ruang sel yang tidak ditempati oleh organel dan vesikula, dan menjadi tempat banyak reaksi proses biokimiawi dan menjadi perantara untuk mengirim bahan dari luar sel ke organel atau Inti sel.

Kendati semua sel mempunyai sitoplasma, namun setiap jaringan atau spesies memiliki ciri-ciri yang jauh berbeda antara satu dengan yang lainnya.

Organel Sel Sitoplasma

Adapun organel-organel sel yang terdapat pada sitoplasma, antara lain adalah sebagai berikut:

  1. Mitokondria, berfungsi dalam proses oksidasi dan mualisasi.
  2. Plastida, di dalamnya mengandung klorofil yang berfungsi untuk proses fotosintesis.
  3. Vakuola, berfungsi untuk tempat menyimpan zat makanan.
  4. Ribosom, berfungsi untuk tempat berlagsungnya proses pembentukan protein.
  5. Retikulum endoplasma, dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu retikulum endoplasma kasar (sebagai tempat melekatnya ribosom) dan retikulum endoplasma halus.
  6. Badan golgi, berfungsi secara aktif dalam proses sekresi dan pembentukan polisakarida.
  7. Lisosom, berfungsi untuk proses mematikan sel-sel yang sudah tidak digunakan.

Fungsi Sitoplasma

Secara umum, ada beberapa fungsi sitoplasma bagi organisme. Berikut adalah fungsi sitoplasma:

  • Melarutkan semua senyawa dan protein di dalam sel.
  • Memberikan bentuk pada suatu sel.
  • Membantu pergerakan sel dari satu bagian ke bagian yang lainnya.
  • Sebagai perantara transfer bahan dari luar sel ke dalam inti sel (organel).
  • Sebagai media untuk menyimpan berbagai jenis zat kimia yang digunakan dalam proses metabolisme sel. Seperti; protein, gula, enzim, lemak.
  • Sebagai tempat yang memastikan proses pertukaran zat di dalam sel berlangsung dengan baik.
  • Sebagai tempat proses metabolisme dan sintesis dilakukan melalui berbagai reaksi kimia.

Selain fungsi diatas, terdapat juga fungsi sitoplasma untuk tumbuhan dan hewan. Berikut adalah fungsi sitoplasma pada sel tumbuhan dan sel hewan yang harus sobat ketahui.

1. Fungsi Sitoplasma pada Sel Tumbuhan

Fungsi sitoplasma pada tumbuhan, umumnya adalah untuk memberikan dukungan internal struktur, pasalnya dijadikan semacam tempat atau media suspense. Berikut adalah beberapa fungsi sitoplasma pada sel tumbuhan:

  • Melarutkan senyawa dan protein yang terdapat dalam sel.
  • Sebagai alat pengontrol interaksi antara sel dengan lingkungan luar sel.
  • Sebagai tempat sitesis protesin oleh ribosom dan metabolisme sitosolik glikolisis.
  • Sebagai fasilitator penggerak organel karena adanya aliran sitoplasma.
  • Melindungi organel-organel sel serta memberikan bentuk pada organel-organel tersebut.
  • Sebagai tempat untuk menyimpan bahan kimia dalam metabolisme sel, seperti; enzim, protein, dan lemak.
  • Sebagai sarana untuk menyerap air yang dibutuhkan oleh sel.
  • Sebagai bagian yang berfungsi untuk menjaga stabilitas air dalam sel.

2. Fungsi Sitoplasma pada Sel Hewan

Sitoplasma pada sel hewan adalah material yang berbentuk seperti gel yang terbuat dari air. Material ini mengandung protein, gula, karbohidrat, asam amino, dan molekul lain yang dibutuhkan oleh sel.

Adapun beberapa fungsi sitoplasma pada sel hewan, antara lain sebagai berikut:

  • Sebagai pelarut senyawa dan protein yang terdapat dalam sel.
  • Sebagai tempat berlangsungnya metabolisme sel
  • Sebagai sumber berbagai bahan kimia yang dibutuhkan oleh sel.

Ciri-ciri Sitoplasma

Komponen yang ada pada sitoplasma mempunyai ciri-ciri, antara lain adalah sebagai berikut:

  • Sitoplasma mempunyai sifat pewarna yang differensial.
  • Padatan sitoplasma terdiri dari organel yaitu ribosom, mitokondria dan badan golgi.
  • Pada bagian matriks sitoplasma ada organel sel dan inklusio sitoplasma
  • Sitoplasma terdapat pada seluruh makhluk hidup, yaitu manusia, tumbuhan dan hewan.
  • Padatan sitoplasma bersifat dapat berubah-ubah, karena pada fase sol (cairan) dan fase gel (padat) tergantung pada kondisi sel tertentu.
  • Sitosol terdiri dari asam amino, protein, air, vitamin, asam lemak, nukleotida, gula dan ion.

Struktur Sitoplasma

Pada bagian sitoplasma terdapat 70-90% sitosol, yakni cairan yang tidak mempunyai warna. Sitosol terdiri dari Ion-ion, seperti potasium, klorida, bikarbonat, sodium, asam amino, magnesium, protein dan kalsium enzim.

Simak Juga: Pengertian Model Atom Dalton, Rutherford, Bohr, Thomson, Ciri-ciri, Kelebihan dan Kelemahan

Sitoplasma juga terdiri dari tiga struktur utama, yaitu matriks, organel sel dan inklusio. Berikut adalah penjelasannya.

1. Matriks

Matriks adalah cairan homogen penyusun sel-sel yang bersifat koloid, yakni campuran dua atau lebih zat homogen

Berikut adalah ciri-ciri dari matriks:

  • Dapat berubah-ubah Fase.
  • Memiliki tekanan permukaan tertentu.
  • Bersifat iritabilitas yaitu sensitif pada rangsangan.
  • Bersifat konduktivitas yaitu yang bisa memindahkan rangsangan (impuls).
  • Mempunyai kemampuan untuk memantulkan cahaya, dan pantulannya ini dapa berupa bentuk kerucut, kemampuan ini dinamakan dengan efek tyndall.
  • Partikel penyusun pada larutan ini bergerak dengan membentuk zig-zag atau disebut gerak brown.
  • Gerak matriks adalah gerakan arus atau bisa juga disebut dengan gerak siklosis.
  • Matriks juga bisa berfungsi sebagai larutan penyangga atau biasa disebut dengan larutan buffer.

2. Organel Sel

Organel sel merupakan benda solid yang ada di dalam sitoplasma dan hidup atau melakukan fungsi kehidupan sel yang saling berkaitan.

Menurut fungsinya yang berhubungan dengan metabolisme sel, organel dibedakan menjadi dua jenis, yaitu organel aktif dan organel tidak aktif. Berikut adalah penjelasannya:

Organel Aktif

  • Mitokondria, berperan dalam proses oksidasi dan mualisasi.
  • Plastida, meruakan organel yang di dalamnya terkandung klorofil dan berperan dalam proses fotosintesis.
  • Aparatus golgi atau badan golgi, berperan secara aktif dalam sekresi dan sintesis polisakarida.
  • Vakuola (gelembung), yang berfungsi untuk menyimpan zat makanan.
  • Ribosom, adalah tempat untuk proses sintesis protein.
  • Lisosom, berperan sebagai memproses matinya sel-sel yang tidak digunakan.
  • Retikulum endoplasma kasar, berfungsi sebagai tempat melekatnya ribosom.
  • Retikulum endoplasma halus, berfungsi sebagai tempat pembentukan protein dan steroid.

Organel Tidak Aktif

  • Sentriol, struktur berbentuk tabung yang ada di dalam kebanyakan sel eukariota yang terlibat dalam pembelahan sel serta pembentukan silia dan flagela.
  • Mikrotubulus, merupakan organel sel di dalam sitoplasma semua sel eukariot, berupa silinder panjang yang berongga dengan diameter luar kira-kira 25 nanometer dan diameter dalam kurang lebih sekitar 12 nanometer.
  • Fibril-Fibril, merupakan organel sel yang terdiri atas sekumpulan struktur berbentuk benang atau filamen.
  • Mikrobodi, merupakan organel sel yang dibatasi oleh membran tunggal yang mengandung crystalline nucleoid atau bentuk kristalin dari urat oksidase, satu dari jenis enzim yang terdapat pada matriks.

3. Inklusio

Inklusio atau biasa dikenal dengan paraplasma atau dentoplasma merupakan struktur sel yang tidak hidup didalam sitoplasma. Struktur ini memiliki bentuk seperti lemak, butiran minyak, glokogen atau granula sekretorius.

Demikianlah pembahasan materi pengertian sitoplasma, organel sel, fungsi, ciri dan struktur sitoplasma. Semoga bermanfaat bagi sobat yang sedang mencari referensi materi pelajaran tentang sitoplasma. Sampai jumpa pada materi rumus dan pelajaran lainnya.